I BERANDA I NASIONAL I INTERNASIONAL I METROPOLITAN I POLHUKAM I SOSDIKBUD I EKOBIS I SLERA I OLAHRAGA I NEWSTV I

Senin, 05 Agustus 2013

Sosialisasi Bajaj Orange Berlanjut

Jakarta - 8Globalita.com - Pemprov DKI Jakarta terus menjalankan program peremajaan bajaj di ibu kota. Dengan proses bongkar pasang, nantinya moda transportasi roda tiga yang identik dengan asap knalpot berwarna hitam tersebut akan dirombak menjadi kendaraan yang ramah lingkungan. Yakni dengan mengganti mesin bajaj sehingga dapat menggunakan bahan bakar gas (BBG).

 Namun sebelum diremajakan, bajaj-bajaj tua berwarna orange itu terlebih dahulu dibawa ke tempat penghancuran yang berada di sebuah lahan kosong di Jl Pulogebang Indah Raya, Jakarta Timur. Di tempat tersebut, seluruh bagian bajaj mulai dari mesin, bodi hingga knalpot dipreteli satu persatu.

Pantauan Global Indonesia, sepanjang masa penghancuran sejak (10/5/2013) hingga Selasa (16/7/2013), terdapat sedikitnya 100 unit bajaj dilebur setiap kali dilakukan peleburan. Tampak sejumlah pekerja sibuk yang melepas bagian-bagian bodi bajaj dengan menggunakan alat las. Selanjutnya bagian yang tidak diperlukan akan dihancurkan. Sementara itu Dari data Dinas Perhubungan DKI Jakarta, saat ini terdapat 14.424 unit bajaj yang beroperasi di ibu kota. Dari total tersebut, jumlah bajaj yang telah masuk ke dalam program peremajaan sebanyak 3.900 unit.

Menanggapi progam peremajaan bajaj ini sejumlah sopir bajaj mengaku tidak keberatan. Terlebih usai bajaj yang mereka gunakan sehari-hari sudah tua dan memang sudah selayaknya diganti dengan yang ramah lingkungan.

Sementara itu, dalam rangka peremajaan dan pengalihan bahan bakar dari Bahan Bakar Minyak ke Bahan Bakar Gas (BBG) sebagaimana program pemerintah tersebut, PT Matahari Trans Utama sudah berkali-kali secara bertahap melakukan pemusnahan bajaj di Pulogebang Jakarta Timur seperti pada Senin (17/6) sebanyak 144 unit di wilayah Jakarta Barat dan 91 unit bajaj dimusnahkan pada Selasa (16/7/2013) di Bantar Gebang Jakarta Timur. Pemusnahan bajaj ini disaksikan oleh beberapa staf Dinas Perhubungan DKI Jakarta. 
Menurut Direktur PT Matahari Trans Utama, Yunus, pemusnahan bajaj ini akan terus dilakukan pada setiap bulannya dengan target pemusnahan kurang lebih 400 unit bajaj. "Bajaj yang sudah dimusnahkan akan kita kirim ke perusahaan peleburan. Mesin dan kerangka yang terbuat dari besi, semuanya akan di lebur menjadi satu dan harus tuntas tidak boleh ada yang tercecer atau yang tersisa, semua harus benar-benar habis," jelasnya kepada para wartawan di tempat pemusnahan bajaj, Jakarta, Senin (17/6).

Lebih lanjut, Yunus mengatakan, PT Matahari Trans Utama sebagai perusahaan operator, telah banyak melakukan hubungan cukup baik dan harmonis dengan pemilik-pemilik bajaj. Semuanya kita rangkul sebagai mitra untuk kita ajak bekerjasama dalam melakukan sosialisasi penggunaan bahan bakar dari BBM ke BBG. "Hal ini kita lakukan dalam rangka menunjang apa yang telah diprogramkan Pemerintah terkait bajaj dalam pengalihan bahan bakar," pungkasnya.

Sementara itu, pemilik usaha angkutan bajaj, H. Abdul Rozak, menjelaskan bahwa pemusnahan bajaj ini atas inisiatif sendiri bagi para pemilik bajaj sekaligus meremajakan angkutan khususnya bajaj. "Dan untuk meremajakan angkutan bajaj ini, diperlukan biaya pengeluaran sebesar Rp. 59,4 juta per unit," ungkapnya.

"Dalam peremajaan angkutan bajaj ini, ada nilai keuntungannya, terutama dari sisi kerusakan kendaraan pastinya memakan waktu cukup lama. Karena dengan Bahan Bakar Gas suara mesin-pun menjadi halus dan irit sehingga para supir bajaj-pun akan merasakan kenyamanan dalam mengendarai bajaj berwarna biru ini, " paparnya. 

Sementara selanjutnya, sebanyak 128 unit bajaj warna oranye dihancurkan pada Senin ( 8/7/2013). Kebijakan itu bagian dari upaya peremajaan bajaj dua tak ditukar dengan bajaj yang menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG).

"Kita terus akan memusnahkan bajaj oranye. Kali ini ada sebanyak 128 unit. Ini merupakan peremajaan dari bajaj dua tak menjadi bajaj BBG," Kata Direktur PT Matahari Trans Utama, Yunus Haddinotto,

Kata dia, untuk memiliki bajaj BBG para sopir tidak usah risau. Karena, para sopir bisa mengangsur sesuai dengan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan pemenang tender peremajaan. "Harga bajaj BBG Rp.59.400.000. Itu sudah bersih, surat-surat, pokoknya tinggal pakai. Bisa dikredit, tapi tetap harus ada rekomendasi dari PT Matahari," ujarnya

Dia membantah tuduhan adanya main mata dengan intansi terkait. Dia juga berharap agar para sopir pemilik bajaj dua tak tidak berunjuk rasa. "Saya hanya sebagai operator dan tak ada kong kalikong dengan instansi terkait seperti yang dituduhkan," pungkasnya. 

Sebanyak 91 Unit Bajaj Merah Kembali di Musnahkan. Komitmen dengan upaya pembaruan dari Bajaj Merah ke Bajaj BBG, PT Matahari Trans Utama kembali melakukan pemusnahan Bajaj Merah sebanyak 91 unit bertempat di bilangan Pulo Gebang Jakarta Timur, Selasa (16/7/2013). Hal ini merupakan yang kesekian kalinya PT Matahari Trans Utama memusnahkan Bajaj Merah yang menurut rencana dalam tahun ini harus menyelesaikan pemusnahan sebanyak 3.500 unit bajaj merah.

Demi menciptakan Kota Jakarta yang benar-benar bebas dengan polusi, maka Bajaj BBG-lah salah satu solusinya. Bajaj BBG ini. Jika pada hari-hari biasa bajaj-bajaj merah tersebut menjadi raja jalanan karena meliuk-liuk di jalanan, mulai sekarang bajaj-bajaj merah satu persatu menunggu giliran untuk dihancurkan. Dengan mata las yang panas telah meluberkan rangkaian-rangkaian bajaj.

Bajaj merupakan angkutan yang diperkenalkan di Jakarta untuk menggantikan becak pada tahun 1970-an. Kendaraan ini menggunakan mesin 2 tak yang merupakan modifikasi skuter merk bajaj buatan India. Dan dari tahun ke tahun bajaj ini berkembang pesat karena menggunakan mesin yang bandel.

Namun salah satu permasalahan dari bajaj merah adalah emisi gas buang yang kadar gas co dan gas hc-nya tinggi. Karena menggunakan mesin 2 tak dan tidak memenuhi sarat emisi gas buang euro 2 yang berlaku sejak tahun 2000, demikian dijelaskan Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Achmad Achyar, di Pulogebang Jakarta Timur Selasa (16/7/2013).
Sehingga Pemerintah Provinsi DKI menetapkan langkah pembaruan atau peremajaan dengan menggantikannya dengan bajaj yang menggunakan mesin 4 tak dengan sistem bahan bakar premium dan bahan bakar gas. (Lrd.Khalits/Gaby)